Review Samsung Galaxy Z Flip5: Spesifikasi dan Kelebihan

Review Samsung Galaxy Z Flip5 – Rilis resmi di Indonesia Juli 2023 menghadirkan ponsel lipat vertikal yang kembali menarik perhatian. Model ini menonjol sebagai penerus dari generasi sebelumnya karena perubahan desain yang terasa nyata.
Peningkatan utama bukan pada kamera, melainkan pada Flex Hinge yang membuat lipatan rapat tanpa celah dan Flex Window yang membesar menjadi 3,4 inci. Perubahan ini membuat pengalaman sehari-hari lebih praktis.
Kami akan membahas secara terperinci spesifikasi dan kelebihan: layar, performa chipset, kamera, baterai, audio, dan konektivitas. Harga resmi berada di kisaran Rp 15.999.000–Rp 16.000.000, sehingga pembeli perlu mempertimbangkan apakah pengalaman ponsel lipat sepadan dengan banderol flagship.
Janji kami: pembaca akan mendapat gambaran jelas siapa yang cocok membeli ponsel ini, serta kompromi yang mungkin muncul — seperti throttling pada beban tinggi, batas fungsi cover screen, dan absennya charger dalam paket penjualan.
Review Samsung Galaxy Z Flip5: Ringkasan singkat dan untuk siapa ponsel ini
Bagian ini menyorot peningkatan kunci dan profil pengguna yang paling diuntungkan oleh desain lipat terbaru.
Highlight peningkatan generasi ini
Flex Hinge kini menutup lebih rapat tanpa celah, sehingga bodi terasa lebih simetris dan nyaman disimpan di saku. Perubahan paling nyata adalah ukuran Flex Window yang naik dari 1,9 inci ke 3,4 inci.
Pengalaman penggunaan harian
Peralihan ke ponsel lipat memberi pengalaman berbeda saat buka-tutup dan pakai satu tangan. Layar cover yang lebih besar memungkinkan interaksi cepat: cek notifikasi, widget, balas pesan singkat, dan memakai kamera tanpa membuka layar utama.
- Siapa cocok: pengguna yang mengutamakan ponsel ringkas, bernilai gaya, dan butuh akses cepat lewat cover screen.
- Kompromis: masih ada lipatan layar, belum ada jaminan ketahanan debu, dan peningkatan kamera tidak terlalu agresif.
- Varian & konfigurasi: tersedia warna Mint, Graphite, Cream, Lavender; pilih kapasitas penyimpanan lebih besar untuk foto/video intensif.
- Produktivitas: Flex Window + notifikasi + shortcut mempercepat tugas saat mobile tanpa harus membuka layar utama.
| Fitur | Dampak untuk pengguna | Varian / Opsi memori |
|---|---|---|
| Flex Hinge rapat | Nyaman di saku, rasa solid | Mint, Graphite, Cream, Lavender |
| Flex Window 3,4″ | Interaksi cepat tanpa buka layar | 256 GB / 512 GB |
| Layar lipat | Pola buka-tutup berbeda | Pilih storage sesuai kebutuhan |
| Shortcut & notifikasi | Tingkatkan produktivitas saat mobile | Konfigurasi memori beragam |
Desain, engsel, dan ketahanan: makin tipis, makin simetris, tetap premium
Saat dilipat, perubahan bentuk terasa jelas: bodi kini lebih simetris dan rata. Dimensi terlipat 85,1 x 71,9 x 15,1 mm dan bobot 187 gram membuat ponsel lebih mudah masuk saku dibanding generasi sebelumnya.
Flex Hinge yang menutup rapat
Flex Hinge double-rail menutup tanpa celah. Desain ini mengurangi ganjalan di saku dan memberi tampilan lebih rapi. Namun, kondisi rapat bukan jaminan bebas debu.
Material dan ketahanan
Gorilla Glass Victus 2 pada belakang dan cover screen serta frame aluminium memberi kesan solid. Sentuhan terasa agak licin tapi kokoh saat digunakan sehari-hari.
Sertifikasi IPX8 melindungi dari air tawar (1,5 m selama 30 menit). Perlu diingat, ini bukan proteksi debu penuh.
Varian warna dan jalur penjualan
Varian resmi di Indonesia: Mint, Graphite, Lavender, Cream untuk penjualan offline. Pilihan online meliputi abu-abu, biru, hijau, dan kuning.
| Aspek | Detail | Impak |
|---|---|---|
| Dimensi terlipat | 85,1 x 71,9 x 15,1 mm; 187 g | Mudah dibawa, feel premium |
| Engsel | Double-rail Flex Hinge, menutup rapat | Lebih rapi, kurangi ganjalan di saku |
| Material & sertifikasi | Gorilla Glass Victus 2, aluminium, IPX8 | Solid, tahan air tapi bukan tahan debu |
| Warna & varian | Mint, Graphite, Lavender, Cream + opsi online | Pilihan personalisasi lebih luas |
Layar utama dan cover screen: fokus pada refresh rate, kecerahan, dan fungsi
Tampilan depan dan cover screen menghadirkan dua cara berbeda untuk berinteraksi cepat dengan ponsel. Bagian ini menjelaskan kemampuan panel utama dan fungsi cover yang kini lebih berguna untuk tugas singkat.
Layar utama 6,7 inci dan pengalaman visual
Panel Foldable Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,7 inci menawarkan resolusi FHD+ (1080 x 2640) dengan dukungan HDR10+. Refresh rate adaptif 1–120 Hz membuat scrolling dan animasi terasa halus, sementara tetap hemat daya saat konten statis.
Baca Juga : Review Samsung Galaxy Z Fold5: Spesifikasi dan Kelebihan
Kecerahan puncak dan akurasi warna
Klaim kecerahan puncak mencapai 1.500 nit (beberapa sumber menyebut hingga 1.600–1.750 nit), sehingga layar lebih mudah dibaca di luar ruangan. Akurasi warna sangat baik dengan Delta‑E di bawah 1 dan cakupan gamut >100% pada sRGB dan DCI‑P3, cocok untuk menonton dan pengolahan gambar ringan.
Flex Window 3,4 inci: fungsi cepat tanpa buka layar
Flex Window 3,4 inci Super AMOLED (720 x 748, 60 Hz) dilapisi Gorilla Glass Victus 2. Ukurannya membuat cover screen bisa menjalankan aplikasi populer seperti WhatsApp, YouTube, Netflix, dan Google Maps untuk tugas singkat.
UI cover mendukung hingga 11 widget. Gestur kiri/kanan membuka widget, geser bawah memunculkan shortcut/quick settings, dan pinch menampilkan keseluruhan widget. Pengguna juga bisa membalas pesan langsung dari notifikasi, meski ada batas 30 karakter per bubble pada beberapa skenario.
Catatan praktis: meski cover screen berjalan di 60 Hz dan terasa responsif, perbedaan dengan layar utama 120 Hz nampak saat animasi atau scrolling cepat.
Fitur Flex Mode dan produktivitas: cara baru untuk selfie, video, dan multitasking
Flex Mode aktif saat ponsel dibuka sekitar 75–115 derajat. Pada sudut ini antarmuka terbagi: bagian atas menampilkan konten, bagian bawah menjadi kontrol.
Cara kerja sudut dan pembagian layar
Ketika mode terdeteksi, sistem memindahkan kontrol seperti playback, kecerahan, dan volume ke area bawah. Bagian atas fokus pada video atau tampilan kamera. Pendekatan ini membuat interaksi lebih cepat tanpa menutup konten.
Dual Preview, FlexCam, dan kontrol kamera
Dual Preview menampilkan preview di layar utama sekaligus cover screen. FlexCam memungkinkan mengambil foto dan merekam video tanpa tripod karena ponsel bisa berdiri sendiri. Panel kontrol memudahkan pengguna mengatur framing dan screenshot.
Aplikasi yang paling pas dan batasan
Aplikasi yang dioptimalkan, seperti YouTube dan kamera, bekerja sangat lancar dalam mode ini. Mode hands-free cocok untuk video call dan menonton video sambil membaca komentar. Namun, tidak semua aplikasi pihak ketiga mendukung mode penuh, sehingga hasil pengalaman bisa bervariasi.
| Fitur | Manfaat | Contoh aplikasi |
|---|---|---|
| Flex Mode (75–115°) | Kontrol terpisah, ergonomis | YouTube, Kamera |
| Dual Preview | Framing mudah untuk foto/video | Kamera, Galeri |
| FlexCam | Ambil foto/video tanpa tripod | Video call, Rekam tangan bebas |
Performa Snapdragon 8 Gen 2 for Galaxy: mulus untuk aplikasi dan game, tapi ada batasnya
Perpaduan SoC cepat dan penyimpanan UFS 4.0 membuat perpindahan antar aplikasi terasa hampir instan. Ini langsung terasa saat membuka banyak aplikasi dan berpindah antar tab browser.
Spesifikasi inti dan angka benchmark
Snapdragon 8 Gen 2 for Galaxy (CPU puncak 3,36 GHz; GPU 719 MHz), RAM 8 GB LPDDR5, dan storage UFS 4.0 menghadirkan basis hardware flagship.
| Komponen | Spesifikasi | Hasil benchmark |
|---|---|---|
| SoC | Snapdragon 8 Gen 2 for Galaxy | AnTuTu 1.507.319 |
| RAM / Storage | 8 GB LPDDR5 / 256/512 GB UFS 4.0 | GeekBench 6: 2000 / 5478 |
| GPU | Clock 719 MHz | 3DMark Wild Life: 11305 |
Menjalankan aplikasi dan multitasking
Dalam penggunaan sehari-hari, ponsel terasa responsif. Banyak aplikasi terbuka sekaligus dan beralih antar tugas bekerja mulus.
Pengalaman kerja berat seperti edit ringan atau beberapa tab browser tetap nyaman. Namun hasil nyata bisa berbeda tergantung suhu dan durasi beban.
Gaming, frame rate, dan thermal
Untuk game kompetitif, frame cenderung stabil pada pengaturan tinggi. Main game berat akan membuat bodi terasa hangat.
Pengujian menunjukkan throttling setelah beban panjang: CPU turun hingga ~47% setelah 15 menit, sedangkan GPU menunjukkan stabilitas sekitar 38,2%.
Karena ruang pendinginan di ponsel lipat lebih terbatas, penurunan performa adalah kompromi wajar yang perlu diperhatikan oleh pengguna.
Catatan praktis: beberapa game nyaman dimainkan di cover screen, namun judul tertentu dapat memotong elemen UI karena area kamera, sehingga pengalaman bermain tidak selalu ideal.
Kamera utama, ultrawide, dan selfie: hasil foto memuaskan meski upgrade minim
Di sektor kamera, fokusnya bukan pada loncatan spesifikasi, melainkan pada perbaikan hasil lewat pemrosesan. Kombinasi hardware dan algoritma membuat pengalaman potret lebih konsisten untuk penggunaan sehari-hari.
Spesifikasi inti
| Jenis | Spesifikasi | Catatan |
|---|---|---|
| Kamera utama | 12 MP f/1.8, OIS, ISOCELL 2LD | Sensor 1/1,76″ |
| Ultrawide | 12 MP f/2.2, FoV 123°, Sony IMX258 | Lebih luas untuk grup |
| Kamera depan | 10 MP f/2.4, ISOCELL 3J1 | 4K 30/60 untuk depan & belakang |
Hasil siang dan low light
Pada kondisi siang, warna cenderung kontras dan detail tajam. HDR membantu menyeimbangkan highlight saat langit terang.
Pada kondisi kurang cahaya, Nightography dan pemrosesan lebih matang menekan noise dan mempertahankan detail. Hasil foto malam kasual kini lebih dapat diandalkan.
Video, frame, dan selfie via cover
Perekaman mencapai 4K pada pilihan frame yang sesuai; ultrawide dibatasi hingga 4K30. Stabilisasi aktif di sebagian besar mode, namun ada pengecualian pada 4K60 kamera depan.
Nilai tambah form factor: selfie pakai kamera belakang lewat cover screen memberi framing lebih akurat. Lensa ultrawide memudahkan foto kelompok tanpa menjauh.
Baterai, fast charging, audio, dan konektivitas: cukup untuk seharian dengan kompromi
Sekarang kita lihat bagaimana ponsel ini bertahan dalam skenario penggunaan nyata: baterai, charging, suara, dan koneksi.
Baterai 3700 mAh dan ketahanan penggunaan
Kapastias 3700 mAh memang bukan yang terbesar, namun efisiensi Snapdragon membuat endurance meningkat. GSM Arena mencatat skor 87 jam (bandingkan 75 jam generasi sebelumnya).
Untuk pemutaran video lokal hasilnya sekitar 15 jam 16 menit. Artinya, pengguna bisa nyaman seharian untuk streaming ringan, komunikasi, dan main game casual tanpa sering isi ulang.
Fast charging 25W: waktu pengisian dan catatan
Fast charging 25W mengisi 50% dalam ~30 menit dan penuh antara 1 jam 15–1 jam 19 menit tergantung sumber. Perlu diingat, paket penjualan kadang tidak menyertakan charger.
Catatan penting: pembeli mungkin perlu menambah biaya untuk membeli adaptor 25W jika tidak disertakan dalam kotak.
Speaker stereo dan pengalaman audio
Speaker stereo memberikan keluaran yang cukup lantang untuk menonton dan main game. Pengukuran loudness sekitar -27.1 LUFS menunjukkan vokal bersih dan treble jelas.
Namun bass tidak sedalam ponsel flagship non-lipat, sehingga pengalaman audio terasa bagus untuk video dan game, tapi bukan yang terdepan di kelas harga.
Konektivitas modern dan USB-C
Ponsel mendukung 5G, Wi‑Fi 6E, dan Bluetooth 5.4. Fingerprint samping responsif untuk buka kunci cepat.
USB-C 3.2 kini mendukung display out, namun fitur Samsung DeX belum tersedia. Ini berguna untuk presentasi cepat, tetapi bukan pengganti pengalaman desktop penuh.
| Aspek | Data / Hasil | Impak untuk pengguna |
|---|---|---|
| Baterai | 3700 mAh; Endurance 87 jam; Video 15 jam 16 menit | Cukup untuk seharian normal; aman untuk perjalanan singkat |
| Fast charging | 25W: 50% ~30 menit; penuh ~1h15–1h19 | Isi cepat, tapi perlu charger terpisah jika tidak ada dalam paket |
| Audio | Stereo; -27.1 LUFS; vokal & treble jelas | Bagus untuk nonton dan main game; bass kurang dalam |
| Konektivitas | 5G, Wi‑Fi 6E, Bluetooth 5.4, fingerprint samping, USB-C 3.2 (display out) | Fitur modern lengkap; DeX belum didukung |
Kesimpulan singkat: baterai dan fast charging menghadirkan hasil yang praktis untuk pengguna sehari-hari. Namun, jika prioritas Anda adalah pengisian paling cepat atau bass kuat, ini adalah kompromi yang perlu dipertimbangkan terhadap harga dan fitur ponsel lipat ini.
Kesimpulan
Kesimpulan ini merangkum titik kuat dan kompromi yang paling relevan untuk calon pembeli ponsel lipat.
Ponsel ini menonjol karena Flex Hinge yang menutup rapat dan Flex Window 3,4 inci yang membuat interaksi cepat lebih praktis. Layar utama nyaman untuk konsumsi konten dan performa chipset cukup kencang untuk tugas berat dan multitasking.
Kamera dan hasil foto/video memuaskan untuk isi konten kasual, tetapi bukan lompatan besar di sektor fotografi. Untuk sesi game panjang, throttling dan panas bisa memengaruhi stabilitas.
Catatan penting: lipatan layar masih ada, fast charging 25W perlu charger terpisah, dan fitur DeX belum tersedia. Dengan harga sekitar Rp 15.999.000–Rp 16.000.000 dan varian warna Mint/Graphite/Cream/Lavender, perangkat ini cocok untuk pengguna yang mengutamakan gaya, portabilitas, dan selfie praktis via cover screen.


