Review Sony Xperia 1 VII: Spesifikasi dan Kelebihan
Review Sony Xperia 1 VII – Review ini ditujukan untuk pembaca Indonesia yang ingin gambaran objektif tentang Sony Xperia di kelas flagship. Tulisan awal menegaskan nilai perangkat: layar tanpa gangguan, speaker berkualitas, performa kencang, dan battery life yang impresif. Namun, semuanya harus dilihat dengan konteks price yang sangat tinggi.

Kami akan menguji aspek desain, display, camera, performance, software, battery, charging, dan audio. Ulasan menyorot juga alternatif yang lebih kompetitif bila storage hanya 256GB terasa kurang sepadan dengan banderol.
Thesis: Xperia menarik bagi pengguna yang menghargai pendekatan tradisional Sony — tanpa punch hole, jack 3,5mm, dan microSD — namun kompromi terbesar ada pada konsistensi kamera dan value untuk price. Metodologi kami: mulai dari spesifikasi, lalu pengalaman harian per aspek, dan ditutup rekomendasi siapa yang cocok atau sebaiknya mencari opsi lain.
Gambaran Singkat Sony Xperia 1 VII di 2026
Ringkasan: ponsel ini unggul untuk konsumsi multimedia dan gaming berkat layar tanpa notch dan speaker depan yang kuat. Di sisi lain, ada trade-off serius pada harga dan kemampuan camera dibanding rival premium.
Untuk siapa ponsel ini cocok
Pengguna yang suka menonton film panjang, gamer mobile, dan fotografer yang menghargai kontrol manual akan menemukan nilai lebih. Mereka yang mencari kamera auto terbaik kemungkinan kecewa.
Highlight utama
- Layar tanpa gangguan mendukung pengalaman video dan game lebih imersif.
- Audio front-firing jelas dan sulit tertutup tangan saat digenggam.
- Performance kencang untuk aplikasi berat dan game dalam session panjang.
- Battery life tahan lama, cocok untuk binge watching dan perjalanan.
Catatan besar
Price premium membuat value jadi pertimbangan utama. Kamera tidak selalu konsisten jika dibandingkan pesaing, sehingga fitur fotografi komputasional dan zoom menjadi kelemahan.
| Aspek | Kekuatan | Kompromi |
|---|---|---|
| Multimedia | Layar uninterrupted, speaker keras | Harga tinggi |
| Fotografi | Kontrol manual dan sensor besar | Hasil auto kurang konsisten |
| Daya pakai | Battery life dan performa stabil | Pengguna butuh storage/zoom lebih baik |
Untuk detail hardware dan angka spesifikasi, lihat bagian spesifikasi berikut agar pembaca memahami basis perangkat sebelum membaca pengalaman penggunaan nyata.
Spesifikasi Sony Xperia 1 VII
Di sini kami uraikan hardware utama yang memengaruhi performa dan daya pakai sehari-hari.
Chipset, memori, dan storage
Qualcomm Snapdragon 8 Elite dipadukan dengan 12GB RAM untuk respons aplikasi cepat dan multitasking mulus. Snapdragon elite menghadirkan tenaga yang cukup untuk game berat generasi terbaru dan tugas produktivitas.
Storage 256GB menjadi titik penting di kelas premium. Slot microSD tersedia sebagai solusi untuk media, namun kapasitas tambahan ini kurang ideal untuk memindah instal app besar.
Layar dan daya
Layar OLED 6,5 inci 120Hz (1080 x 2340) memberi pengalaman tampilan halus dan efisiensi daya pada screen refresh variabel. Panel ini fokus pada keseimbangan antara kehalusan dan konsumsi daya.
Baca Juga : Review Huawei Pura 90: Spesifikasi dan Fitur Lengkap
Baterai 5.000 mAh mendukung pemakaian panjang. Standar pengisian bertumpu pada 25W wired dan 15W wireless charging, yang memengaruhi waktu isi penuh dan strategi pengisian harian.
Kamera dan fitur tambahan
Konfigurasi cameras: wide 52MP, tele 12MP (85–170mm), ultrawide 50MP, dan selfie camera 12MP. Rentang tele menonjol sebagai area pengamatan terkait kualitas zoom pada pengujian.
Perangkat menjalankan Android 15, membawa sertifikasi IP68. Keberadaan headphone jack 3,5mm dan slot microSD jadi fitur langka yang menambah nilai praktis sehari-hari.
| Komponen | Spesifikasi | Manfaat | Keterangan |
|---|---|---|---|
| SoC | Qualcomm Snapdragon 8 Elite | Performa flagship, gaming stabil | Optimasi termal penting |
| Memori & Storage | 12GB / 256GB + microSD | Multitasking lancar, media besar tersimpan | microSD ideal untuk foto/video |
| Display & Screen | 6,5″ OLED 120Hz (1080×2340) | Pengguliran halus, efisien | Bagus untuk video/game |
| Battery & Charging | 5000 mAh, 25W wired, 15W wireless charging | Durasi pakai panjang, isi sedang | Pengisian penuh ~90 menit tergantung kondisi |
Desain yang Slim, Ringan, dan Tetap “Xperia”
Desain ponsel ini menekankan ergonomi sehari-hari tanpa meninggalkan ciri khas sony xperia yang rapi. Dengan bobot hanya 197g dan dimensi 162 x 74 x 8,2mm, perangkat terasa lebih mudah digenggam dibanding flagship berukuran besar.
Material memakai kaca depan-belakang dengan frame metal bertekstur. Tekstur ini membantu grip, ditambah detail back yang berdimple sehingga permukaan tidak licin saat dipegang.
Tombol fisik memberi keunggulan praktis. Tombol shutter dua tahap mempermudah pemotretan cepat, sedangkan fingerprint terintegrasi di tombol power cepat dan akurat untuk buka kunci tanpa drama.
Port juga jadi nilai lebih: ada slot microsd yang mudah diakses dan headphone jack 3,5mm—fitur langka di phones premium sekarang. Kedua port ini meningkatkan fleksibilitas untuk media dan audio wired.
Daya tahan dan kesan akhir
Perangkat punya sertifikasi IP68, memberi rasa aman saat pemakaian harian. Reviewer bahkan pernah menjatuhkan phone ke permukaan keras tanpa bekas berarti, menunjukkan ketahanan bodi yang solid.
Desain bezel atas-bawah bukan sekadar estetika; itu juga mendukung konsep layar tanpa punch hole yang dibahas pada bagian berikutnya.
Layar Tanpa Punch Hole: Kelebihan untuk Video dan Gaming
Layar tanpa lubang memberi pengalaman menonton yang utuh tanpa gangguan visual. Panel 6,5 inci 120Hz membuat gerakan tampak halus, sehingga scrolling dan gaming terasa responsif dan nyaman.
Bezel atas-bawah yang fungsional
Bezel tebal di atas dan bawah bukan kesalahan desain, melainkan ruang untuk selfie camera dan speaker front-firing. Penempatan ini menghindari punch hole dan menjaga frame video tetap bersih.
Visibilitas luar ruang dan kualitas panel
Brightness layar kuat di bawah sinar matahari, sehingga konten tetap terbaca saat dipakai outdoor. Namun, screen ini menunjukkan sedikit pergeseran warna biru pada sudut pandang tertentu.
Ketajaman panel juga tidak setinggi beberapa rival flagship. Untuk pengguna yang mengutamakan detail paling tajam, hal ini perlu diperhatikan.
Pengaturan warna: Creator Mode
Mode Creator Mode mendinginkan warna dan menghasilkan tampilan lebih natural. Mode ini cocok untuk pembuat konten atau yang ingin akurasi warna saat menilai video dan foto.
- Keunggulan: display uninterrupted untuk pengalaman imersif.
- Kompromi: viewing angle dan ketajaman di bawah rata-rata kelas atas.
- Saran: gunakan Creator mode saat butuh warna realistis.
Pengalaman Audio dan Multimedia
Bagian audio pada ponsel ini menampilkan kombinasi hardware klasik dan tuning modern yang jarang ditemui di flagship.
Speaker depan yang tak mudah tertutup
Speaker stereo front-firing jadi salah satu fitur paling menonjol. Posisi speaker membuatnya hampir impossible to cover up saat gaming atau memegang layar secara lanskap.
Volume bisa sangat kuat tanpa menjadi shrill, sehingga immersive saat streaming film atau bermain game.
Karakter suara dan Dolby Sound
Secara default bass terasa dan memberi dampak pada film serta musik. Namun, mid kadang terdengar sedikit muddy out of box.
Mengaktifkan Dolby Sound membantu merapikan mid dan meningkatkan separasi instrumen dengan cepat.
Headphone jack 3,5mm: latency-free
Keberadaan headphone jack 3,5mm memberi keuntungan nyata untuk monitoring video dan game rhythm. Penggunaan kabel menghilangkan latensi yang mengganggu respons saat bermain kompetitif.
- Keunggulan: speaker depan + jack jadi proposisi unik bagi audiophile praktis.
- Saran: coba Dolby Sound untuk tuning cepat jika mid terasa berat.
- Konteks: kombinasi ini meningkatkan kenyamanan multimedia dan kualitas keseluruhan pengalaman pengguna.
Review SonyXperia 1 VII: Pengalaman Kamera Secara Umum
Dalam pemakaian sehari-hari, sistem pemrosesan memilih tampilan yang natural dan tidak agresif. Ini berarti foto keluar dengan warna realistis, tapi tanpa dorongan HDR kuat seperti pada beberapa pesaing.
Filosofi pemrosesan vs computational
Karakter tradisional membuat hasil lebih alami. Namun, pendekatan ini mengandalkan kemampuan pengguna untuk mengatur exposure saat scene kontras tinggi.
Konsistensi exposure dan dynamic range
Dynamic range cenderung lemah; highlight mudah peak. Dalam beberapa kondisi, foto sangat baik. Di kondisi lain, eksposur dan detail di bayangan sering tidak konsisten.
Tanpa HDR preview: dampak praktis
Tidak adanya preview HDR memaksa banyak percobaan sebelum mendapatkan foto akhir. Bagi pengguna yang ingin auto selalu aman, workflow ini terasa menuntut.
| Aspek | Konsekuensi | Saran |
|---|---|---|
| Pemrosesan | Warna natural, sharpening kadang muncul | Gunakan mode manual untuk kontrol |
| Dynamic range | Highlight mudah overexpose di kontras tinggi | Exposure negatif atau HDR manual saat perlu |
| Predictabilitas | Konsistensi bervariasi antar kondisi | Uji cepat sebelum pemotretan penting |
Di bagian berikutnya kita akan membahas tiap lensa: mana yang unggul dan mana yang perlu diwaspadai.
Kamera Utama 52MP: Detail, Warna, dan Low-Light
Lensa utama 52MP menjadi titik fokus untuk menilai detail dan warna foto sehari-hari. Sensor 48MP efektif pada 24mm menghasilkan detail tajam pada kondisi cahaya baik.
Hasil siang hari
Warna tampil natural dan tidak berlebihan. Ini cocok bagi pengguna yang menghindari saturasi atau HDR agresif.
Detail pada tekstur dan objek dekat konsisten, sehingga image terlihat rapi saat di-zoom moderat.
Menangani highlight yang mudah peak
Dynamic highlight cenderung overexpose pada langit atau backlight. Untuk mengatasi, tap-to-meter pada area terang atau turunkan exposure compensation.
Gunakan mode manual saat butuh kontrol lebih — itu cara paling andal untuk menjaga detail highlight.
Performa malam hari
Pada low-light, hasil cenderung natural dengan potensi motion blur dan light trails yang artistik. Itu baik untuk cityscape, kurang ideal untuk subjek bergerak cepat.
Shadow detail tetap cukup baik sampai cahaya sangat turun. Untuk video, kontrol manual dan stabilisasi wajib dicoba di bagian video.
| Kondisi | Kekuatan | Kompromi |
|---|---|---|
| Siang hari | Warna natural, detail tinggi | Tidak se-agresif HDR, butuh framing hati-hati |
| Backlight/Highlight | Warna realistis saat dicegah overexpose | Highlight mudah peak; perlu exposure manual |
| Malam kota | Look natural, light trails estetis | Risk motion blur pada subjek bergerak |
Kamera Ultrawide 50MP Baru: Upgrade yang Paling Terasa
Perubahan terbesar ada pada lensa ultrawide: sensor 1/1.56″ membuat perbedaan nyata pada detail dan konsistensi gambar.
Sensor lebih besar dan ketajaman tepi
Sensor 1/1.56″ memberikan detail yang tajam sampai ke pinggir frame. Hasil foto menunjukkan sedikit distorsi dan tekstur yang crispy, sehingga cocok untuk lanskap dan arsitektur.
Sudut 16mm: kompromi praktis
Field of view 16mm terasa tidak terlalu ekstrem. Ini mengurangi distorsi pada orang dan interior, tapi tidak se-dramatis beberapa competitor yang menawarkan 13mm.
Performa siang vs malam
Di siang hari lensa ini sering jadi pilihan kedua setelah kamera utama. Di kondisi redup, performanya tetap stabil dan menghasilkan photos yang usable jika brightness memadai.
- Kapan pakai: pemandangan, gedung, ruang sempit, dan video 4K frame-rate tinggi.
- Nilai: upgrade ultrawide ini adalah salah satu fitur kunci yang menjustifikasi peningkatan generasi, namun harus ditimbang terhadap total price.
| Aspek | Kekuatan | Kompromi |
|---|---|---|
| Sensor | 1/1.56″ — detail lebih merata | Butuh brightness lebih saat malam |
| Sudut | 16mm — natural, minim distorsi | Tidak selebar 13mm; framing kurang dramatis |
| Penggunaan | Landscape, arsitektur, interior, video 4K | Bukan pilihan untuk efek ultra-wide ekstrim |
Telephoto 85-170mm: Zoom Optik yang Sayangnya Lembut
Rentang 85–170mm memberi fleksibilitas framing untuk portrait jauh, candid, dan detail objek tanpa mendekat. Pada sekitar 4x, kemampuan ini paling berguna untuk mendapatkan komposisi rapih.
Performa dan kegunaan praktis
Lensa 12MP dengan sensor 1/3.5″ bekerja baik untuk dokumentasi jarak menengah. Namun output cenderung soft ketika dibandingkan modul tele modern yang lebih besar.
Kualitas zoom di atas 4x
Di atas ~4x detail mulai turun dan noise meningkat. Pada >5x gambar menjadi lebih lembut dan hanya layak untuk arsip, bukan untuk shots yang mau langsung dipublikasikan.
Masalah di kondisi kurang cahaya
Pada low-light, telephoto cepat kehilangan detail. Saran praktis: beralih ke kamera utama lalu crop jika butuh detail tajam.
Skenario sulit dan implikasi video
Untuk konser, olahraga, atau subjek bergerak, hit rate foto tajam menurun karena motion blur dan kurangnya teknik computational untuk ‘membekukan’ momen. Efek serupa tampak pada video saat pencahayaan indoor tidak ideal.
| Aspek | Kesimpulan | Saran |
|---|---|---|
| Rentang | 85–170mm berguna ~4x | Gunakan untuk portrait jauh dan detail |
| Kualitas | Soft & noisy di atas 4x | Jadikan dokumentasi, bukan output final |
| Low-light & aksi | Performa lemah | Pindah ke lensa utama atau crop |
Foto Selfie dan Portrait Mode
Selfie dan portrait sering menentukan keputusan pembelian bagi pengguna yang aktif di media sosial. Di bagian ini kami bahas karakter kamera depan dan kemampuan efek bokeh saat digunakan sehari-hari.
Selfie 12MP: eksposur dan cast warna
Selfie 12MP cenderung overexposed pada kondisi kontras atau lampu terpusat. Wajah bisa terlihat terlalu terang sehingga detail kulit hilang.
Selain itu, ada kecenderungan pink-ish cast pada pencahayaan indoor campuran. Warna kulit jadi kurang akurat tanpa penyesuaian exposure atau edit ringan.
Bokeh dan pemisahan subjek
Mode portrait sering menghasilkan pemisahan subjek yang kurang meyakinkan. Tepi rambut dan objek kompleks kadang terlihat tidak natural.
Hasil bokeh berguna untuk feed cepat, tapi kurang andal untuk foto profesional yang butuh tepi halus.
- Saran praktis: gunakan mode standar untuk selfie cepat.
- Atur exposure manual atau gunakan pencahayaan merata untuk mengurangi overexpose.
- Jika butuh warna akurat, lakukan koreksi ringan pada image setelah jepret.
Kesimpulannya, fitur ini cukup untuk penggunaan sehari-hari namun menjadi pertimbangan penting jika selfie dan portrait adalah prioritas utama saat memilih phone. Selanjutnya kita bahas kemampuan perekaman video yang mungkin lebih menarik bagi sebagian pengguna.
Video 4K 120fps dan Fitur AI Video
Ponsel ini menonjol pada kemampuan perekaman dengan frame rate tinggi yang jarang ditemui di kelasnya.
Frame rate dan manfaat praktis
4K 30/60/120fps tersedia di semua kamera belakang, jadi kreator bisa buat slow-motion yang tajam atau B-roll fleksibel. High frame rate membantu matching gerak saat editing dan memberi pilihan estetika lebih banyak.
Manual video mode untuk workflow serius
Mode manual memberi kontrol exposure, ISO, dan shutter yang familiar bagi pengguna kamera Sony. Footage mudah diedit di apps profesional seperti Premiere Pro, sehingga workflow terasa lebih serius dan dapat diandalkan.
AI subject following dan auto reframing
Fitur AI efektif pada kondisi cahaya ideal—tracking rapi untuk outdoor dan aksi pelari. Namun performa turun di indoor dengan cahaya kurang, terutama untuk anak atau hewan bergerak cepat.
Stabilisasi dan pemilihan lensa
Stabilisasi cukup untuk rekaman handheld, tapi tidak seagresif kompetitor yang menawarkan super stabilization. Teknik pegangan dan penggunaan wide/ultrawide direkomendasikan; tele bersifat situasional.
| Aspek | Kekuatan | Saran |
|---|---|---|
| Frame rate | 4K@120fps di semua cameras | Gunakan untuk slow-motion dan B-roll |
| Manual mode | Kontrol exposure lengkap | Edit di Premiere Pro untuk hasil maksimal |
| AI & stabilisasi | AI bagus outdoor; stabil cukup | Pakai lighting tambahan indoor; wide lebih aman |
Performa, Gaming, dan Manajemen Panas
Respons sistem dan kelancaran saat beralih antar apps memberi kesan flagship sejati. Ditenagai oleh Snapdragon Elite, perangkat ini menunjukkan power yang stabil untuk tugas harian dan pekerjaan berat.
Snapdragon 8 Elite: respons aplikasi cepat
Qualcomm Snapdragon dalam unit ini memastikan apps terbuka cepat dan multitasking tidak tersendat. Performa terasa konsisten, baik saat browsing berat maupun editing ringan.
Kestabilan gaming dan manajemen panas
Untuk gaming, kestabilan frame rate adalah nilai utama. Frame jarang drop dan throttling terjadi lebih lambat dibanding beberapa rival. Sistem pendingin menjaga power CPU/GPU dalam rentang operasional lebih lama.
Ergonomi untuk sesi panjang
Layar tanpa interruption menjaga UI game tetap bersih. Speaker front-firing dan jack kabel membantu audio tetap jelas tanpa latency saat controller dipasang.
Camera bump kecil tidak mengganggu saat menggunakan controller pihak ketiga. Perlu diingat, storage 256GB rentan penuh cepat — apps dan game besar harus diinstal di memori internal, sedangkan microSD hanya efektif untuk media.
| Aspek | Ringkasan | Saran |
|---|---|---|
| Performa | Respons cepat, multitasking lancar | Gunakan internal storage untuk game |
| Gaming | Frame stabil, manajemen panas baik | Pakai controller untuk sesi panjang |
| Ergonomi & audio | Screen tanpa punch hole, audio jernih | Manfaatkan jack untuk latency-free |
Selanjutnya kita sajikan angka benchmark untuk memberi konteks kuantitatif pada klaim kestabilan ini.
Benchmark GPU dan Stabilitas: Dibanding Flagship Lain
Perbandingan skor membantu menempatkan ponsel ini dalam peta performa. Wild Life Extreme menunjukkan rata-rata Ø26.1 untuk unit ini, sangat dekat dengan Galaxy S25 Ultra Ø26.9 dan unggul dari iPhone 16 Pro Max Ø20.8 serta Pixel 9 Pro Ø12.8.
Data angka ini menandakan bahwa dari sisi GPU, perangkat berada di papan atas Android dan mampu bersaing dengan flagship lain dalam tugas grafis berat.
Stability pada stress test
Stability adalah metrik penting untuk gamer. Pada Wild Life Stress Test, stabilitas tercatat ~96.3% dibanding iPhone 58.5% dan Galaxy 91%.
Angka tinggi ini berarti frame pacing lebih rapi dan turunnya power tidak mendadak saat sesi lama.
Solar Bay & Steel Nomad Light
Pengujian Solar Bay Unlimited menunjukkan skor Ø27, sedangkan Steel Nomad Light berada di Ø12.1 untuk perangkat ini.
Kedua tes mensimulasikan beban modern termasuk efek berat grafis. Hasilnya memperlihatkan kemampuan menangani ray tracing ringan dan efek real-time pada time panjang lebih stabil dibanding beberapa rival.
- Kesimpulan singkat: performa grafis setara flagship Android teratas.
- Stabilitas tinggi memberi keuntungan nyata saat gaming marathon atau tugas render panjang.
- Benchmark bukan satu-satunya faktor; update software akan memengaruhi pengalaman dalam beberapa years.
| Uji | Skor Ø | Stability (%) |
|---|---|---|
| Wild Life Extreme | 26.1 | 96.3 |
| Solar Bay Unlimited | 27.0 | — |
| Steel Nomad Light | 12.1 | — |
Software Android 15 dan Dukungan Update
UI ponsel ini mendekati pengalaman Android murni, hanya ditambah beberapa fitur praktis. Tampilan terasa bersih, ringan, dan minim bloat sehingga interaksi harian cepat.
UI ringkas dengan akses cepat
Side Sense memberi akses cepat ke app favorit dan shortcut tanpa mengganggu layar utama. Quick toggles tampil ringkas dan lebih efisien daripada versi Android yang penuh tile besar.
- Keuntungan: navigasi cepat untuk apps dan setelan.
- Praktis untuk use harian: cocok bagi yang fokus produktivitas.
Komitmen pembaruan dan keamanan
| Jenis update | Durasi | Manfaat |
|---|---|---|
| OS | 4 years | Fitur baru dan peningkatan kestabilan |
| Security | 6 years | Perlindungan jangka panjang |
| Praktis | – | Membantu nilai jual dan penggunaan lebih lama |
Minim AI: pro dan kontra
Integrasi AI terbatas pada layanan Google seperti Circle to Search dan Gemini. Ini positif untuk pengguna yang ingin pengalaman software bersih tanpa asisten agresif.
Namun, minim features AI berarti fitur ringkasan, organizer, atau edit generatif kurang lengkap dibanding kompetitor. Bagi kreator yang butuh automasi, ini jadi kelemahan.
Secara keseluruhan, pendekatan ini memperpanjang value lewat updates; dukungan 4 tahun OS dan 6 tahun security membantu membuat phone layak dipakai lebih lama. Selanjutnya bahas bagaimana efisiensi software ini memengaruhi battery dan charging.
Baterai 5.000 mAh dan Kecepatan Charging
Untuk pengguna yang menonton banyak video, cara ponsel mengelola daya lebih penting daripada angka mAh semata. Unit ini mengandalkan baterai 5.000 mAh yang dipadukan dengan manajemen daya Sony untuk memberikan battery life unggul pada screen-on time.
Battery life untuk pemakaian sehari-hari
Battery nyata menunjukkan durasi panjang saat streaming dan penggunaan sosial. Anda bisa mendapat screen-on time yang lebih lama dibanding beberapa rival berkapasitas 6.000 mAh karena optimasi software dan efisiensi panel.
Perkiraan charging dalam praktik
Pengisian menggunakan 25W wired memberikan sekitar 50% dalam 30 minutes dan pengisian penuh sekitar 90 minutes. Opsi 15W wireless charging tersedia untuk kenyamanan, meski lebih lambat dibanding wired.
Battery care dan kesehatan jangka panjang
Untuk mempertahankan health battery, hindari mengisi hingga 100% tiap saat dan jauhi suhu tinggi saat charging. Beralih ke wired saat butuh pengisian cepat, gunakan wireless saat tidur atau saat ingin kenyamanan tanpa kabel.
- Praktis: 30 minutes memberi daya yang cukup untuk sesi singkat; 90 minutes untuk pengisian penuh.
- Saran: jangan pakai ponsel berat saat charging agar power tidak menaikkan suhu.
- Nilai: daya tahan kuat menambah nilai penggunaan sehari-hari, tetapi harga tetap harus dibandingkan dengan fitur lain sebelum membeli.
Harga, Value, dan Alternatif yang Lebih Masuk Akal
Di segmen premium, keputusan beli sering bergantung pada keseimbangan antara fitur dan price. Untuk model 256GB ini, banderol resmi di pasar Eropa tercatat sekitar £1,399 / €1,499, angka yang menempatkan perangkat di jajaran flagship termahal.
Masalah utama adalah value. Upgrade dari generasi sebelumnya relatif modest—ultrawide baru dan SoC terbaru—sementara camera menunjukkan inkonsistensi pada exposure, dynamic range yang lemah, dan zoom yang cenderung lembut. Untuk harga ini konsumen biasanya mengharapkan storage lebih besar dan kualitas camera auto yang lebih andal.
Alternatif internal dan eksternal
Sony Xperia 1 VI tetap relevan bagi yang ingin pengalaman layar tanpa punch hole dan ergonomi khas sony xperia dengan harga lebih rendah. Upgrade tiap year terasa kurang menggugah bagi pemilik model sebelumnya.
Xiaomi 15 Ultra menjadi pilihan lain bila Anda butuh lebih banyak storage, sistem camera auto yang lebih konsisten, dan paket video yang kompetitif.
| Opsi | Kelebihan | Kapan pilih |
|---|---|---|
| Standar (unit ini) | Layar uninterrupted, audio, battery kuat | Prioritas multimedia & gaming |
| Xperia 1 VI | Harga lebih menarik, pengalaman serupa | Mau tetap “Xperia” tapi hemat |
| Xiaomi 15 Ultra | Storage & camera auto unggul | Fokus foto/video dan value |
Beberapa market menawarkan bundling seperti headphone WH-1000XM5, namun bundle tidak selalu menutup gap value jika kebutuhan utama Anda adalah kamera dan storage. Beli jika Anda mengutamakan multimedia, gaming, dan fitur langka. Pertimbangkan alternatif bila prioritasnya camera auto terbaik dan value per price.
Kesimpulan
Penilaian akhir menimbang keunggulan desain dan multimedia melawan kompromi foto dan harga. Perangkat ini unggul pada display tanpa lubang, speaker depan yang kuat, ergonomi ringan, dan performance stabil untuk gaming.
Di sisi lain, kemampuan camera menunjukkan inkonsistensi pada dynamic range dan hasil zoom di atas 5x. Untuk low-light, detail telephoto cenderung menurun.
Battery menawarkan daya pakai yang impresif, meski kecepatan charging hanya setara standar di segmen premium. Software berbasis Android 15 terasa bersih dan mendapat dukungan update yang baik.
Rekomendasi: pilih jika Anda mengutamakan layar uninterrupted, jack 3,5mm, microSD, dan kontrol manual. Jika prioritas Anda adalah kualitas foto auto dan value, pertimbangkan menunggu penurunan harga atau pilih alternatif dengan kamera lebih kuat.


